Minggu, 18 Desember 2011

Cara Membuat Laporan Laba Rugi



1.    Buat kelompok akun laba rugi (akun riil) yang terdiri dari ;


a.    Pendapatan
Ini merupakan akun untuk menampung semua jenis pendapatan yang diterima dari pelanggan, mulai dari hasil penjualan warnet, makanan dan minuman , sampai ATK, burning CD, Cetakan, dan sebagainya. Untuk detilnya sendiri terserah masing-masing orang, yang penting pengelompokkan tersebut dapat di perbandingkan dengan biaya langsung yang terkait. Dengan cara ini, maka setiap aktivitas produksi dapat di lihat secara individual kontribusinya terhadap keuntungan yang di hasilkan.


b. Biaya Operasional Langsung
Rincian biaya di sini harus memperhatikan kelompok rincian pendapatan, artinya jika di kelompok pendapatan ada 3 jenis, maka disini juga dibuat 3 jenis, sehingga bisa di cari keterkaitan antara pendapatan dan biayanya. Tujuan dari pengelompokan ini adalah untuk mengukur besarnya kontribusi masing-masing jenis pendapatan terhadap keuntungan yang diperoleh.


c.    Biaya Umum dan Administrasi
Masuk dalam kelompok biaya umum dan adminstrasi adalah semua jenis biaya tidak langsung, yang menjadi pengeluaran rutin baik secara harian, mingguan atau bulanan sepanjang biaya tersebut memang bersifat umum, karena memberikan kontribusi tidak lansung kepada aktivitas produksi.  Untuk biaya pemasaran dan promosi, sebenarnya ada dua pendapat, ada yang mengelompokkan dalam jenis biaya terpisah, ada yang mengelompokkan kedalam biaya Umum dan Administrasi. Namun untuk contoh ini, saya kelompokan dalam biaya Umum dan Administrasi, biar mudah, karena memang jenis biaya ini masuk kategori tidak langsung.


d.    Biaya Penyusutan  dan Amortisasi
Untuk biaya jenis ini, dimaksudkan agar pembebanan biaya bisa didistribusikan ke periode lain dimana manfaat atas pengeluaran atau pembelian aktiva  tersebut masih dinikmati. Contohnya ; saat kita beli computer, tentu saja dipake selama periode dimana umur aktiva tersebut secara ekonomis masih wajar. Misalnya 4 tahun, maka setiap bulan  dapat dihitung dengan formula sebagai berikut:


P = (Bi - S)/U

P = Biaya Penyusutan per bulan
Bi = Harga Beli Komputer
S = Nilai Sisa
U = umur manfaat (4 tahun x 12 bulan = 48bulan)



Dimana nilai sisa merupakah perkiraan hasil penjualan perangkat computer tersebut saat umur ekonomisnya berakhir.


Sedangkan contoh amortisasi adalah Biaya sewa tempat yang dibayar untuk 4 tahun kedepan, atau 2 tahun kedepan, atau bahkan 6 bulan ke depan. Nah bagaimanapun lamanya masa sewa, kita akan sesuaikan besaranya dengan rumus sbb;


As = Wa / M

As = Biaya Amortisasi Sewa/bln
Wa = Biaya Sewa yang dibayarkan sekaligus dimuka
M = Masa sewa dalam satuan bulan, misalnya 2 tahun maka M = 24

Sedangkan untuk  biaya yang sifatnya memberikan manfaat jangka panjang, atau lebih dari satu periode operasi normal (paling sedikit satu tahun/12 bulan) maka bisa di kapitalisasikan dengan mendistribusikan bebanya kedalam periode dimana manfaatnya diharapkan masih bisa dinikmati. Contohnya adalah saat kita merenovasi  warnet saat akan di dirikan, mulai dari biaya renovasi, instalasi listrik, instalasi AC dsb. Nah biaya-biaya ini masuk dalam kategori, biaya yang boleh di amortisasi karena di tujukan untuk kepentingan jangka panjang, yakni selama masa sewa, atau sampai masa dimana diperlukan lagi biaya renovasi yang relative besar. Contoh perhitungannya sebagai berikut;


Ab = R/Um


Ab = Amortisasi Biaya Renovasi/bln
R  = Biaya Renovasi yang dikeluarkan
Um = Umur manfaat yg diharapkan

2.    Selanjutnya masing-masing akun tadi di pecah lagi sesuai dengan rincian jenis masing masing  sumber atau asalnya transaksi, misalnya sebagai berikut;


a.    Pendapatan
    i.      Pendapatan Warnet
    ii.     Pendapatan Makanan dan Minuman
    iii.    Pendapatan ATK, Cetak, dll


b.    Biaya Operasional Langsung
    i.      Biaya Bandwith warnet
    ii.     Biaya belanja makanan dan minuman
    iii.    Biaya belanja ATK, kerta, toner, dll


c.    Biaya Umum dan Administrasi   
    i.      Biaya Gaji Pegawai
    ii.     Biaya Kebersihan dan Keamanan lingkungan
    iii.    Biaya Pemeliharaan dan perbaikan
    iv.    Biaya lain-lain


d.    Biaya Penyusutan
    i.      Biaya Penyusutan Komputer
    ii.     Biaya Amortisasi Sewa Tempat
    iii.    Biaya Amortisasi ongkos renovasi


3.    Pengelompokan tersebut tentu saja punya maksud dan agar setiap aktivitas produksi dapat di ukur kontribusinya terhadap keuntungan yang dihasilkan, sehingga masing-masing rinciannya perlu di sepakati di sini. Namun demikian mengingat masing-masing warnet punya keterbatasan serta kondisi alamiah yang berbeda-beda, jadi bila perlu boleh saja rincian akunnya di rubah dan disesuaikan dengan kebutuhan, sepanjang pengelompokannya masih sesuai. Mudah bukan?


4.    Langkah berikutnya adalah membuat buku kas , yakni buku yang digunakan untuk mencatat semua penerimaan dan pengeluaran harian. Ini adalah catatan sederhana yang nanti akan saya modifikasi supaya bisa jadi laporan laba rugi. Untuk memulainya, silahkan beli ukuran folio, dan buat kolom-kolom sesuai kebutuhan, nah disini saya sarankan untuk membuat kolom-kolom utama sebagai berikut;


a.    Nomor Urut transaksi
b.    Tanggal transaksi
c.    Keterangan jenis transaksi
d.    Nomor Akun (untuk kepentingan pencatatan akuntansi)
e.    Jumlah Rupiah transaksi
f.    Saldo


5.    Setelah membuat buku kas, jangan lupa untuk membuat juga buku persediaan, untuk mencatat jumlah persediaan barang dagangan, seperti kertas, ATK, stok makanan dan minuman serta keperluan lain yang terkait dengan penjualan barang . Detil format buku persediaan agar disusun dengan rincian berikut;


a.    No Urut
b.    Tanggal
c.    Nama barang
d.    Satuan
e.    Barang Masuk
        i.    Kuantitas
        ii.    Jumlah (Rp)
f.    Barang keluar
        i.    Kuantitas
        ii.    Jumlah (Rp)
g.    Saldo Stok
        i.    Kuantitas
        ii.    Jumlah (Rp)


Tujuan pembuatan buku persediaan adalah untuk mengetahui, besarnya harga pokok barang dagangan. Caranya adalah dengan melihat mutasi keluar, dan membukukan total transaksi keluar pada periode yang sedang berjalan.


6.    Langkah terakhir adalah menyusun laporan laba rugi berdasarkan buku kas yang sudah dibuat, dimana setiap transaksi yang sudah diberi nomor akun, di kelompokkan sesuai dengan kelompok yang tepat, dan selanjutnya … whoala… jadilah laporan laba rugi, dimana masing-masing aktivitas produksi bisa di tampilkan kinerjanya, serta berapa besar uang kas yang masuk, dan keuntungan bersih yang diterima oleh pengusaha warnet.


Sampai disini masih bingung?
Jangan kuatir, karena saya akan terus berusaha menjelaskan kepada anda….
Saat pengelompokan, perhatikan bahwa  susunan laba rugi di buat secara rinci dengan detil sbb;




a.    Pendapatan 
Rp. (A)

    i.    Pendapatan Warnet Rp. XXXXXXX

    ii.   Pendapatan Makanan dan Minuman Rp. XXXXXXX

    iii.  Pendapatan ATK, Cetak, dll Rp. XXXXXXX




b.    Biaya Operasional Langsung
Rp. (B)

    i.      Biaya Bandwith warnet Rp. XXXXXXX

    ii.     Biaya belanja makanan dan minuman Rp. XXXXXXX

    iii.    Biaya belanja ATK, kerta, toner, dll Rp. XXXXXXX
               
Margin Kontribusi 
Rp. (C)=(A)-(B)




c.    Biaya Umum dan Administrasi
Rp. (D)

    i.      Biaya Gaji Pegawai Rp. XXXXXXX

    ii.     Biaya Kebersihan dan Keamanan Rp. XXXXXXX

    iii.    Biaya Pemeliharaan dan perbaikan Rp. XXXXXXX

    iv.    Biaya lain-lain Rp. XXXXXXX




Pendapatan kas
Rp.(E) = (C)–(D)




d.    Biaya Penyusutan
Rp. (F)

    i.      Biaya Penyusutan Komputer Rp. XXXXXXX

    ii.     Biaya Amortisasi Sewa Tempat Rp. XXXXXXX

    iii.    Biaya Amortisasi ongkos renovasi Rp. XXXXXXX




Laba / (rugi) hasil usaha
Rp.(G)= (E) – (F)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar